Kisah di Balik Bentuk Donat yang Identik ‘Bolong Tengahnya’

Selain karena teksturnya yang lembut dan bentuknya yang menyerupai cincin, kepopuleran donat juga disokong dengan banyaknya pilihan rasa, topping, dan variasi yang ditawarkan. Mulai dari Donat Ubi Ungu, Donat Kentang, Donat Yunani, dan lain sebagainya.

Maka tak heran, jika donat mampu mempertahankan statusnya sebagai kudapan ringan favorit berbagai kalangan meski telah ratusan tahun lebih berlalu sejak awal kemunculannya di Negeri Paman Sam.

Namun, terlepas dari kesuksesan donat sebagai salah satu kudapan ringan favorit banyak orang, pernahkah terlintas di benak kita ‘mengapa bentuk donat kebanyakan identik bulat dengan bolong tengahnya ’?

Donat Maizena © The Hasan Video

Apakah merupakan bagian dari strategi pemasaran? Atau sebagai upaya memangkas ongkos produksi? Atau mungkin hanya karena faktor kebetulan belaka?

Teori Menyoal Donat ‘Bolong Tengahnya’

Teori Logis

Kisah atau teori pertama yang akan kita bahas mengenai berlubangnya bagian tengah donat sebenarnya cukup sederhana dan masuk akal. Dikutip dari FOOD52, lubang di bagian tengah donat merupakan solusi andalan bule - bule ‘Kang Roti’ di Barat sana untuk mendapatkan hasil donat yang matang dengan merata.

Proses mematangkan adonan donat yang mengandung kuning telur dengan sempurna dan merata dinilai sulit dan merepotkan. Sering kali bagian tengah donat berakhir bantat atau bagian pinggir donat bernasib gosong.

Menggoreng Donat © The Hasan Video

Menghadapi dilema di atas, maka tercetuslah solusi sederhana, ampuh, dan mudah dalam menghadapi permasalahan tersebut, yaitu dengan melubangi bagian tengah donat.

Teori Populer

Sementara teori berikutnya merupakan teori yang cocok bagi para penggemar teori konspirasi — karena meski kebenarannya masih dipertanyakan, teori ini nyatanya lebih populer dan selalu menarik untuk diperbincangkan.

Sebelum beranjak ke inti cerita, mari kita berkenalan dahulu dengan tokoh utamanya, yaitu Bpk. Hanson Crockett Gregory. Beliau merupakan seorang Kapten pada Kapal Laut USS Maine, yang kediamannya terletak tidak jauh dari pelabuhan Sailor’s Snug di kota Quincy, Massachusetts, Amerika Serikat.

“[I] Cut into the middle of that doughnut, the first hole ever seen by mortal eyes!”

Image © Cabinet

Dari sosok Kapten Gregory inilah, muncul beberapa versi kisah asal muasal ‘lubang’ di bagian tengah donat.

Kisah versi pertama bermula sesaat sebelum pelayaran Kapten Gregory pada tahun 1850-an. Kala itu Ibunda Kapten Gregory menyediakan bekal untuk anak kesayangannya, yaitu sekotak kudapan kering (fried dough).

Kemudian dalam pelayarannya, Kapten Gregory tidak begitu menyukai kudapan kering tersebut. Karena meskipun bagian luar dan pinggirannya bertekstur renyah dan matang, tapi tekstur bagian dalam terlebih bagian tengahnya selalu saja terasa mentah dan menyeratkan tenggorokan.

Usut punya usut, Kapten kita ini akhirnya berinisiatif untuk mencungkil bagian tengah kudapan kering tersebut, sehingga bagian dalam kudapan dapat sama matang-meratanya dengan bagian luarnya. Maka terciptalah donat pertama yang berbentuk ‘bolong tengahnya’.

Adapun jalan cerita pada kisah versi kedua terlihat agak mirip di permulaannya, namun dengan inti cerita yang sedikit berbeda. Saat menikmati kudapan kering buatan dari Sang Ibu dalam pelayarannya, kapal Kapten Gregory mendadak terjebak badai sehingga memerlukan kedua tangannya untuk menstabilkan roda kemudi kapal.

Tak ingin melewatkan hangatnya cita rasa rumahan di genggamannya, spontan ia tancapkan kudapan kering di tangannya pada pegangan roda kemudi kapal. Maka berkat peristiwa sesimpel itulah, akhirnya terlahir kue donat pertama dengan lubang di tengahnya.

Kemudian singkat cerita — usai menyelesaikan pelayarannya dan kembali ke rumah, Kapten Gregory menceritakan kepada ibunya perihal donat yang berakhir bolong di bagian tengahnya hingga akhirnya sepakat untuk mengadopsi bentuk donat yang menyerupai cincin ini untuk pelayaran-pelayaran berikutnya.

Galeri Kapten Gregory © rumahmigran

Akhir Kata

Meski kisah populer versi kedua terdengar lebih menarik untuk diceritakan, tapi sayangnya kisah pertama tentang Kapten Gregory dan lubang di bagian tengah donat agar donat dapat matang secara merata adalah kisah yang paling mungkin.

Gregory sendiri mengakui kebenaran kisah tersebut, seperti dilansir dari spoonuniversity.com, mengutip artikel Washington Post 1916: “(Aku) congkel bagian tengah donat, itulah pertama kalinya sepasang mata seorang manusia melihat lubang donat !”. Sebaris kata-kata yang cukup dramatis untuk menggambarkan momen unik terlahirnya lubang di bagian tengah donat.

Tapi terlepas dari teori mana yang menjadi pilihan pembaca untuk diimani, juga tentang benar atau tidaknya teori populer yang tertulis di artikel ini. Namun satu hal yang pastinya dapat kita sepakati bersama, donat adalah salah satu kudapan ringan terbaik sejagat bumi.

Demikianlah sederet asal usul, alasan, peristiwa, atau kisah dibalik ‘bolongnya’ bagian tengah kue donat. Akhirul kalam, Wasssalamualaikum wr. wb.

#Catat.

Share it!

Tulis komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x

Register

Lost Password

Jangan disalin. Jika ingin menyalin teks ini, hubungi kontak kami.